There was a boy
stood out against thousand lights
The moon stare at him
He was fine
Nothing to do
He smile to the glowing night
Hugged by the wind
He embraced this feeling
Solo within hundred eyes are staring at him now
But he feel empty
Love is gone, for now
He meet his friends
Fun talk, they laugh
He is grinning
They say,
he is not happy with life
He smile, the pieces of his heart nearly broken
He looks to his friends
wishing God hears him now
I looked at him
tears fall from his innocent eyes
8.17.2011
Laugh Until I Cry
Diposting oleh prat di 11:40 PM 0 komentar
6.08.2011
Satu Kelas
Tet tot. Dia hanya diam saja, kebingungan.
Hah! Muka bingung itu pingin kutampar saja.
Hari ini main perintah saja
Emang kau siapa?
Sebentar diam, sebentar tersenyum.
Ya, kau itu teman sekelasku :/
Diposting oleh prat di 9:27 PM 0 komentar
6.04.2010
Ini Baru Awal
Keringat dan air mata bercucuran
tertatih tatih menyeret kaki ini menuju ujung lorong berliku
Sambil melayangkan pikiranku ini menempuh ketidakjelasan
mengomel dan menuntut pada hal yang seharusnya bisa ditoleransi
Apa itu rasa hormat?
Lha saya yang menjadi objek utama, Saya ini tokoh utamanya
Seenaknya mendikte dengan hal hal yang sungguh bodoh dan penuh ketololan itu
Lihat saja... Saat saya berhasil menemukan jalan menuju Awan
Akulah yang tertawa terakhir dan permainan baru saja dimulai..
Diposting oleh prat di 6:40 PM 0 komentar
3.05.2010
Jalan
Seiring waktu bergulir ketika mentari bersinar kubisa berjalan
segala hal terjadi membuat pengalaman baru kubisa berpikir
Apa yang kupikirkan benar salah itu adalah pilihan
dan
Tuhanku di surga menanti apa jawabku Maukah ku berjalan
Berjalan bersamaNya menjalani hidup sesuai ajaranNya
Sesuai jalannya
Diposting oleh prat di 11:40 AM 0 komentar
1.06.2010
The First in Creating Day
A thousand years ago
Fall a teardrop of Milkyway
White, bright, shine in the Universe
Creator God now is smiling
Gives heaven laugh
Nothing can stop it now
Angels call it, Sun the Light
A few days past,
Sun feels alone and ask the Creator
When I get a new friend?
Just wait until tomorrow
In the morning,
Creator blows a Ballon
it coloured grey
He gives a It to the Sun
Sun gives It a name
Moon the Beauty
Then they play happily ever after.
Diposting oleh prat di 8:09 PM 0 komentar
2.12.2009
Quotes
"The antidote for fifty enemies is one friend."
~Aristotle
"Shared joy is a double joy; shared sorrow is half a sorrow"
~Unknown
"Friendship is like money, easier made than kept."
~Samuel Butler
"Friendship is the only thing in the world concerning the usefulness of which all mankind are agreed."
~Marcus T. Cicero
"Don't walk in front of me, I may not follow; Don't walk behind me, I may not lead; Walk beside me, and just be my friend."
~Albert Camus
"A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out."
~ Walter Winchell
" Fate chooses our relatives, we choose our friends."
~Jacques Delille
Diposting oleh prat di 10:12 PM 0 komentar
10.15.2008
Oktober 14, 2008
[Untitled]
In our heart we keep our hope | When we shed tears | I know you will explain the world | World that make you so upset
Yesterday is yesterday | How we know that it was yesterday | Should we left yesterday if it was happiness | And its memories
Life is not always beginning | From the God to our self | Today is a gift | And we thanks to what's happen today
Our Lord who Art in Heaven | The One who always lead us | Help us to keep world Peacefully | and Time will be done as now till end.
Diposting oleh prat di 6:40 PM 0 komentar
9.25.2008
September 25, 2008
Diposting oleh prat di 11:27 PM 0 komentar
September 25, 2008
Diposting oleh prat di 11:22 PM 0 komentar
7.02.2008
1 Juli 2008; to Anwar
Setitik Embun
Hidup tidak selalu lebih baik dari kemarin,
Berjuang untuk bertahan hidup
Membantu Ibu menjadi tulang punggung
Tanpa lelah tanpa mengeluh
Pagi berjuang sebagai pelajar,
Mengumpulkan pengetahuan untuk bekal masa depan
Dengan cita-cita yang sederhana
Berharap dapat perbaiki hidup keluarga
Sore berjuang demi sesuap nasi,
Menjajakan harian di bawah terik matahari
Satu pantang dalam sadar,
Tidak pernah mengemis minta orang kasihani
Malam adalah hasil keringat hari ini,
Digunakan untuk bertahan esok
Selalu berdoa untuk Ayah di sana,
Mencoba jalani hidup bagai setitik embun.
Diposting oleh prat di 9:39 PM 0 komentar
30 Juni 2008
Menembus Kabut
Langit begitu gelap saat aku terjaga,
membuka lembar demi lembar kertas
Kebijakan sang Naga yang dituliskan,
menceritakan ajaran-ajaran yang hilang
Naga Tua mengatakan,
segala peristiwa yang terjadi di bawah Langit ada alasannya
Aku tersadar apa yang kulakukan selama ini,
seperti hukum sebab akibat pikirku
Dikatakan sang Naga lagi,
jalan yang lurus seringkali justru merupakan jalan yang sulit
Aku tersadar apa yang kulakukan selama ini,
aku menempuh jalan yang mudah tetapi muncul berbagai masalah
Aku menghela napas panjang,
mencoba menyesal tapi terlambat
Kutemukan tulisan Sang Naga lagi
orang-orang yang tidak meninggalkan tempat tidur mereka pun belum tentu aman
Aku berpikir ulang tentang ini,
merasa nyaman membuat terlena
Takut untuk keluar dari sana
menjadi seorang pengecut yang tak berguna
Aku menutup tulisan Naga,
cukup sudah aku mendengar ucapan Naga Tua
Kini aku kembali ke jalan ku menuju Langit,
menembus kabut bersama sang Naga.
Diposting oleh prat di 9:20 PM 0 komentar
6.25.2008
Perasaanku
Luka Angin
Cerah hari membawa Angin ke Surga,
memberitakan kabar tentang Dunia
Entah apa yang diceritakan Angin,
langit cerah berubah hitam seketika
Deru ombak menjadi ganas,
jeritan marah petir menggelegar di Dunia
Keceriaan seakan lenyap tanpa sisa,
Angin turun segera dari Surga
Langkah-langkah Angin tanpa arah,
mencoba menghalau kegelapan di Dunia
Tanpa daya menahan amukan Langit,
memberi luka yang disimpan sendiri
Tanpa tahu kapan berakhir,
menjawab tegas hati nurani
Percuma menangis kata sang Angin,
tidakkah Engkau sadar apa yang kulakukan?
Hening, diam tanpa suara,
apa yang harus dijawab pada Angin
Membayangkan runtuhnya Langit di Surga,
membungkam mulut dari kata Bijak
Angin melakukannya untuk kamu seorang,
seorang yang memenuhi hariku
Tanpa kau, Angin hanya sampah, menjijikan dan kutukan bagi manusia
Angin berhembus di hati,
menyejukkan jiwa yang tak terobati
Diposting oleh prat di 10:51 PM 3 komentar
6.24.2008
24 Juni 2008
Apa yang ku mau selalu berjalan benar,
semuanya terjadi begitu saja
Entah apa yang mengubah nasibku,
seakan Tuhan yang menghadiahkannya kepada ku
Berlari menuju bukit Kelam,
yang membawaku ke Puncak segalanya
Meniti langkah ke jalan Benar,
menderita dalam cobaan dunia
Semua itu adalah pilihan dalam hidup,
kodrat manusia untuk memilih hidupnya
Aneh pikirku dalam otak yang dangkal ini,
kenapa kita mesti memilih?
Aku duduk melihat awan di angkasa,
putih, melayang dan menghampiriku
Kedamaian menyelimuti tubuh kurusku,
aku tertidur di selimut awan.

Diposting oleh prat di 11:13 PM 3 komentar